Laman

Minggu, 01 Agustus 2010

Materi IPS Kelas VII

BAB I

Manusia sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi yang Bermoral

Kompetensi dasar :
Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan mahkluk ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan.

Indikator:
Siswa diharapkan mampu:
•Mendefinisikan makna manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral,
•Mengidentifikasikan ciri ciri makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral
•Mewujudkan hubungan yang harmonis antarmanusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral

kata kunci:
•Socius berasal dari bahasa Latin yang berarti teman, kawan atau masyarakat.
•Economicus = oikonomia /oikos-nomos dari bhs. Yunani
•Oikos=Rumah tangga. Nomos=Aturan
•Ilmu ekonomi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku

Ringkasan Materi.

1. Makna manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak mungkin hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain, karena memang manusia diciptakan Tuhan untuk saling berinteraksi, bermasyara kat / bersilaturahmi dengan sesama serta dapat saling tolong menolong dalam memenuhi kebutuhannya.


Kebutuhan untuk bermasyarakat atau berkumpul dengan sesama merupakan kebutuhan dasar (naluri) manusia itu sendiri yang dinamakan Gregariousness. Maka dengan demikian manusia merupakan makhluk sosial ( Homo Socius) yaitu makhluk yang selalu ingin berinteraksi dengan sesama/ bergaul. Adapun ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama sesamanya dinamakan ilmu sosiologi.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya di ungkapkan oleh Adam Smith ( 1723-1790) dalam bukunya yang berjudul “ An Inquiry into the nature and causes of the wealth of nations”, yaitu Manusia merupakan makhluk ekonomi ( Homo Economicus) yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang diperolehnya dan selalu berusaha secara terus menerus dalam memenuhi kebutuhannya. (self Interest).
Sebagai makhluk ekonomi manusia selalu bertindak Rasional artinya selalu memperhitungkan sebab akibat (untung- rugi) dalam mengambil suatu keputusan dalam rangka memenuhi kebutuhannya sehingga tidak merugikan diri sendiri. Namun demikian makhluk ekonomi bukanlah makhluk egois yang hanya
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya
guna mencapai kemakmuran.mementingkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Makhluk ekonomi cenderung menggunakan prinsip prinsip ekonomi dalam aktifitasnya
• Homo homini lupus = manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya (maksudnya manusia merugikan /membuat kelicikan/ kejahatan terhadap manusia lainnya.
• Homo homini socius = manusia menjadi kawan bagi manusia lainnya.
• Aristoteles (seorang filsuf yunani ) menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. (zoon politicon).

2. Ciri Ciri Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral.

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki naluri untuk saling tolong menolong, setia kawan dan toleransi serta simpati dan empati terhadap sesamanya. Keadaan inilah yang dapat menjadikan suatu masyarakat yang baik, harmonis dan rukun, hingga timbullah norma, etika dan kesopan santunan yang dianut oleh masyarakat. Bila hal hal diatas dilanggar atau terabaikan maka terjadilah yang dinamakan penyimpangan sosial.
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki 2 harat yaitu:
1.Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia yang lain di sekelilingnya ( Masyarakat).
2.Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitarnya.

Manusia sebagai makhluk ekonomi memiliki Ciri- ciri yaitu:
1.Cenderung melakukan tindakan ekonomi atas dasar kepentingan sendiri
2.Cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien. ( selalu memikirkan perbandingan antara apa yang dikorbankan/ dikeluarkan dengan apa yang akan dicapai / hasilnya.).
3.Cenderung memilih suatu kegiatan /aktifitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang diinginkan.

Ketiga kecenderungan ini disebabkan karena kebutuhan atau keinginan manusia yang selalu bertambah sedangkan sumberdaya / pemuas kebutuhan sifatnya terbatas.
Adapun faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah:
A.Faktor Intern:
1.Sikap dan gaya hidup
2.Selera
3.Pendapatan
4.Intensitas kebutuhan

B.Faktor Ekstern 1.lingkungan
2.Adat istiadat
3.Kebijakan pemerintah
4.Mode / Trend
5.Kemajuan teknologi dan kebudayaan
6.Keadaan alam

3.Hubungan antara manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral.
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya tak lepas dari hubungannya dengan orang lain, karena dengan adanya hubungan tersebut maka apa yang dibutuhkan mungkin dapat terpenuhi, sebagai contoh; Manusia membutuhkan makan nasi maka ia harus pergi ke pasar untuk membeli beras pada penjual beras, adapun penjual beras tentunya mendapatkan beras (membelinya) dari para petani di desa. Hubungan jual beli ini tentunya akan lebih baik dengan mengindahkan etika dan norma (Moral) yaitu tidak melakukan kecurangan dalam transaksi jual belinya. Seperti mengurangi timbangan atau transaksi dengan menggunakan sebagian uang palsu dan berbagai bentuk kecurangan lainya.
Bila terjadi kecurangan kecurangan tentunya hubungan antar manusia tidak akan harmonis. Walau manusia sebagai makhluk ekonomi yang selalu ingin mementingkan diri sendiri dalam memenuhi kebutuhannya namun tidak dibenarkan untuk melakukan kecurangan dalam memperoleh apa yang diinginkannya.
Manusia tidak boleh mengabaikan etika dan nilai nilai moral didalam hubungannya dengan manusia lain (homo socius) dan dalam memenuhi kebutuhannya (homo economicus).

Soal Soal Latihan
I.Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar.

1.Istilah Ekonomi dari kata oikonomia yang berasal dari bahasa... .
a. sansekerta c. yunani
b. latin d. Inggris

2. Oikos –nomos bila diartikan adalah;
a. keuangan negara             c. aturan pembangunan
b. aturan rumah tangga       d. sistem perekonomian

3.Manusia tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dengan manusia lain, hal ini menunjukan bahwa manusia sebagai makhluk ....
a. ekonomi                         c. individu
b. sosial                             d. berkelompok

4.Naluri manusia untuk bisa berkumpul dengan sesamanya dinamakan...
a. gregariousness                     c. vegetarian
b. homo sosius                        d. homo economicus

5.Homo socius, arti kata socius adalah....
a. saudara               c. teman
b. lawan                 d. manusia

6.Salah satu contoh manusia sebagai makhluk ekonomi dibawah ini adalah...
a. Adi membantu ayahnya di kebun
b. Mirna bersama ibu pergi ke taman bunga
c. Dinda belajar menari
d. Andini menabungkan uangnya di bank

7.Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mencapai kemakmuran dinamakan ilmu...
a. sosiologi               c. ekonomi
b. geografi               d. psikologi

8.Tiga ciri kecenderungan manusia sebagai makhluk ekonomi yaitu di bawah ini kecuali...
a.cenderung melakukan kegiatan untuk kepentingannya sendiri
b.cenderung melakukan tindakan yang tidak efektif dan boros
c.cenderung melakukan tindakan ekonomi secara efisien
d.cenderung memilih suatu kegiatan yang dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.

9.Penebangan hutan secara liar, pengoplosan bahan bakar, korupsi dana anggaran, merupakan contoh manusia sebagai...
a. homo socius c. homo homini lupus
b. homo economicus d. homo homini socius

10.Kondisi yang ditimbulkan manusia yang bersikap sebagai homo homini lupus ialah...
a. ekonomis                         c. materialis
b. persaingan yang sehat      d. bersikap hemat

11.Zoon politicon adalah konsep bahwa manusia berkeinginan untuk bermasyarakat, dicetuskan oleh...
a. Adam smith                  c. Aristoteles
b.Paul samuelson             d. Socrates

12. Sebagai makhluk ekonomi dan makhluk sosial yang bermoral maka manusia selayaknya...
a.menghemat pengggunaan sumberdaya alam dan tidak memboroskannya demi kepentingan pribadi
b.melindungi para pencuri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkannya pada polisi.
c.memastikan bahwa penggunaan dana dari pemerintah berlangsung lancar
d.memperbaiki jalan, tempat tempat ibadah serta sarana umum lainnya secara sukarela.

13. Objek dari ilmu ekonomi adalah:
a. pemerintah dalam membuat peraturan peraturan ekonomi
b. interaksi antar masyarakat
c. usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya
d. tansaksi perdagangan

14.Manusia sebagai makhluk ekonomi selalu berpikir rasional maksudnya....
a. selalu berpikir terus menerus
b. berpikir dengan mempertimbangkan untung ruginya
c. berpikir setengah setengah dan penuh keraguan
d. berpikir matematis

15. Bergotong royong memperbaiki sarana untuk kepentingan umum merupakan sifat manusia sebagai makhluk...
a. ekonomi                       c. sosial
b. homo homini lupus        d.homo fabel

16. Faktor yang mempengaruhi perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah berikut ini kecuali...
a. selera                  c. Intensitas kebutuhan
b. pendapatan         d. aktifitas sosial

17. Perbedaan kebutuhan dalam suatu acara pernikahan diberbagai daerah merupakan faktor yang mempengaruhi perilaku manusia karena adanya perbedaan dalam .....
a.lingkungan                 c. adat istiadat
b. mode / trend            d. keadaan alam

18. Kebutuhan manusia tidak terbatas karena....
a. kepuasan manusia tidak terbatas                c. manusia selalu ingin maju
b. manusia mudah bosan dan serakah            d. kepuasan manusia selalu tercukupi

19. Dampak positif dari manusia yang tidak puas dalam memenuhi kebutuhannya adalah...
a. selalu boros dan tidak pernah menabung
b. mementingkan diri sendiri dan tidak pernah peduli terhadap orang lain
c. selalu memperkaya dirinya dengan berusaha mengambil keuntungan
d. selalu bekerja keras dan berusaha semampunya

20. Buku “...the wealth of nations..”mengemukakan bahwa manusia adalah homo economicus merupakan karya....
a. Adam smith                       c. Aristoteles
b. Thomas R. Malthus           d. Edwin Buffa

Sabtu, 31 Juli 2010

Materi Sejarah Kelas VII



 PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH
Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Geologi
Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:
 

a. ARKAEKUM / zaman tertua
 

Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Dari penjelasan ini tentu Anda ingin bertanya kapan muncul kehidupan? Untuk itu simak uraian berikutnya.


b. PALEOZOIKUM / zaman primer atau zaman hidup tua
 

Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.

c. MESOZOIKUM/zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan


Zaman ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar seperti gambar 5 sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan yang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan. Selanjutnya berlangsunglah zaman hidup baru seperti yang diuraikan pada materi berikut ini.

d. NEOZOIKUM / zaman hidup baru
 

Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
 

1. Tersier / zaman ketiga
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primat, contohnya kera.

2. Kuartier/zaman keempat
Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen dan Holocen.

Untuk memahami zaman tersebut, maka Anda dapat menyimak pada uraian berikut ini:

*
Zaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
*
Zaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.

Dari penjelasan materi di atas, apakah Anda sudah memahami? Untuk lebih meningkatkan pemahaman Anda pada materi pembabakan zaman prasejarah berdasarkan geologi,

Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi
Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui. Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah dapat dibagi menjadi 2 zaman, seperti pada uraian materi berikut ini.
 

a. Zaman Batu
 

Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut, melalui Metode Tipologi (cara menentukan umur berdasarkan bentuk atau tipe benda peninggalan), maka zaman batu dibedakan lagi menjadi 3 periode/masa, yaitu:
 

1.Batu Tua/Palaeolithikum
Merupakan suatu masa di mana alat-alat hidup terbuat dari batu kasar dan belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana.
Contohnya: kapak genggam. 








 

2. Batu Tengah Madya/Mesolithikum
Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. Contohnya: Pebble/Kapak Sumatera.

Untuk mengetahui bentuk pebble, amati gambar berikut ini.




 


Gambar 1. Peninggalan Zaman Mesolithikum.

Setelah Anda mengamati gambar 1, maka sekarang Anda bandingkan dengan zaman berikutnya.


3. Batu Muda/Neolithikum
Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya.
Contohnya: kapak persegi dan kapak lonjong.

Bentuk kapak tersebut dapat Anda amati pada gambar 9 berikut ini.

Bagaimana setelahAnda melihat 3 contoh dari alat kehidupan manusia yang berasal dari zaman batu? Apa kesimpulan Anda?

Untuk mengetahui hasil peninggalan zaman batu yang lebih terperinci, Anda akan mempelajarinya. Selanjutnya, Anda harus menyimak periodisasi prasejarah berikutnya.


b. Zaman Logam
Perlu ditegaskan bahwa dengan dimulainya zaman logam bukan berarti berakhirnya zaman batu, karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. Sesungguhnya nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan dipergunakan secara dominan. Zaman logam disebut juga dengan zaman perundagian.

Setelah satu contoh dari peninggalan zaman logam dapat Anda simak gambar 2 berikut ini.








Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.

Selanjutnya apakah Anda pernah mendengar atau membaca istilah Megalithikum? Megalithikum merupakan suatu istilah kebudayaan batu besar (Mega = besar; Lithos = batu).

Kebudayaan Megalithikum bukanlah suatu zaman yang berkembang tersendiri, melainkan suatu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Adapun salah satu contoh budaya Megalithikum dapat Anda lihat pada gambar 3 berikut ini. 








 

Setelah Anda mengamati gambar 3, Punden berundak-undak, tentu Anda bertanya apa fungsi bangunan tersebut? Setiap bangunan yang diciptakan oleh masyarakat tentu memiliki fungsi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsinya, nanti akan Anda pelajari pada modul berikutnya.

Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Ciri-ciri Kehidupan masyarakat
Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup berkelompok dan mempunyai organisme yang secara biologis berbeda dan lebih lemah dari jenis binatang. Namun otak manusia berevolusi paling jauh bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kemampuan otak manusia yang berupa proses berpikir menyebabkan manusia dapat memilah-milah tindakan yang dapat menguntungkan kelangsungan hidupnya.

Dalam rangka kelangsungan hidupnya maka manusia merupakan makhluk pembentuk kebudayaan dan manusia juga sebagai pembentuk masyarakat. Karena pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi harus berkelompok.

Berikut ini Anda akan mengikuti paparan perkembangan manusia Indonesia yang hidup pada zaman prasejarah. Kehidupan masyarakat (manusia) pada zaman prasejarah terbagi menjadi 3 periode, yaitu:
 

a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan
Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan.

b. Masa bercocok tanam
Pada masa ini kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi tergantung kepada alam.


c. Masa perundagian
Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam. Pengolahan logam memerlukan suatu tempat serta keahlian khusus. Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan Undagi.

Demikianlah uraian singkat pembabakan prasejarah berdasarkan ciri-ciri kehidupannya. Untuk uraian materi yang lebih luas nanti akan Anda pelajari kembali pada uraian materi berikutnya. Dan selanjutnya, apabila Anda sudah merasa paham dengan seluruh uraian materi, kerjakanlah latihan soal yang disajikan pada akhir kegiatan modul ini dengan sebaik-baiknya.